Teks Khutbah setelah lebaran tema Menjaga Konsistensi (Istiqomah) pasca Ramadhan

 Khutbah Pertama


الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِتَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Sebagai langkah awal yang paling utama, marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Apalagi saat ini kita sedang berada di pertengahan bulan Syawal ini, bulan yang seharusnya menjadi ajang pembuktian atas peningkatan kualitas ibadah kita setelah melalui pembinaan spiritual selama sebulan penuh di madrasah Ramadan.

Hadirin yang dimuliakan Allah, tanda diterimanya amal ibadah seseorang di bulan Ramadan adalah ketika ia mampu melanjutkan kebaikan-kebaikan tersebut di bulan-bulan berikutnya. Ada tiga hal mendasar yang perlu kita tanamkan dalam hati untuk menjaga semangat Ramadan di bulan Syawal ini:

 * Pertama, Menjaga Kontinuitas Ibadah. Sangat wajar dan merupakan sebuah kemuliaan jika selama Ramadan kita begitu semangat beribadah karena besarnya limpahan pahala dan adanya malam Lailatul Qadar. Semangat luar biasa di bulan suci tersebut adalah modal berharga yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Kini, tantangan kita di bulan Syawal adalah menjaga agar api semangat tersebut tidak padam, melainkan tetap menyala dalam bentuk amal yang berkesinambungan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ"

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten (istiqamah) meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim).

Ibadah yang kontinu, meskipun porsinya tidak sebanyak saat Ramadan, menunjukkan bahwa ketundukan kita adalah kepada Allah Sang Pemilik Bulan Ramadan, yang juga merupakan Tuhan di bulan Syawal dan bulan-bulan lainnya.

 * Kedua, Menyempurnakan Puasa Syawal. Meskipun saat ini kita sudah berada di pertengahan bulan, pintu kesempatan untuk meraih pahala puasa setahun penuh masih terbuka lebar. Menurut mayoritas ulama (Jumhur Ulama), keutamaan pahala puasa setahun penuh tetap bisa diraih bagi siapa saja yang berpuasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturut-turut di awal bulan maupun dilakukan secara terpisah di pertengahan hingga akhir bulan. Rasulullah SAW bersabda:

"مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ"

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim).

Oleh karena itu, mari kita gunakan sisa hari di bulan Syawal ini untuk menyempurnakan ketaatan kita, karena Allah memberikan kelapangan bagi kita untuk meraih pahala besar ini hingga akhir bulan nanti.

 * Ketiga, Menjaga Karakter, Akhlak, dan Lisan. Selama Ramadan, kita dilatih untuk tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menahan lisan dari ghibah, dusta, dan kata-kata kasar. Karakter mulia ini tidak boleh luntur seiring berlalunya bulan suci. Seorang Muslim yang sukses Ramadan-nya adalah dia yang semakin santun dalam bertutur kata dan semakin peduli kepada sesama. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 134 tentang ciri orang bertaqwa:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

"(Orang bertaqwa adalah) orang-orang yang menginfakkan hartanya di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan kesalahan orang lain."

Menjaga lisan adalah cerminan kualitas iman. Mari kita pastikan bahwa lisan kita tetap terjaga dari menyakiti perasaan saudara-saudara kita, sebagaimana kita menjaganya dengan penuh kehati-hatian saat sedang berpuasa.

Hadirin sidang jumah rohimakumullah, Demikianlah khutbah singkat yang bisa kami sampaikan terkait menjaga Konsistensi (Istiqomah) Pasca Ramadhan, semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk memaksimalkan ibadah sehingga kita mendapat Ridho dari Allah SWT. amin ya robbal alamiin.


بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى. وَقَالَ تَعَالَى:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.



Bagikan:

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Teks Khutbah setelah lebaran tema Menjaga Konsistensi (Istiqomah) pasca Ramadhan"

Post a Comment

silahkan jika anda ingin berkomentar kami senang anda meninggalkan jejak...